Makna Dari Emansipasi Wanita

Tema : Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Zaman dahulu wanita selalu dianggap lemah, mengerjakan segala macam pekerjaan tidak cekatan dan tidak terampil, hanya bisa berkata “boleh” ataupun “iya” apabila kaum pria menyuruh mereka. Tetapi sekarang, wanita dapat berkata “tidak” apabila ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya yang dikatakan oleh kaum pria. Itulah salah satu demokrasi yang ditonjolkan oleh wanita karena sekaranglah waktunya wanita untuk bangkit dan berani menyuarakan aspirasi mereka menuntut kesetaraan hak, antara pria dan wanita atau lebih dikenal dengan nama ‘emansipasi wanita’

Emansipasi wanita, adalah kesetaraan hak dan gender. Emansipasi wanita memberi kesempatan bekerja, belajar dan berkarya seperti halnya pria, tapi seimbang dengan kemampuannya. Itulah yang di cita-citakan oleh ibu Kartini, yang hari kelahirannya jatuh pada tanggal 21 April dan diperingati sebagai ‘Hari Kartini’ di Indonesia.Cita-cita ibu Kartini masih tetap relevan untuk kita jalankan, sejalan dengan kontekstual perkembangan jaman. Hari Kartini bisa menjadi momentum untuk memberikan peluang bagi sesama wanita agar terus berkembang di segala bidang.

Tetapi, adapula wanita yang melakukan suatu penyelewengan hak dan kesetaraan mereka dengan kaum pria. Mereka menyalahgunakan arti emansipasi yang mereka dapatkan. Contohnya saja, sekarang ini banyak wanita yang dapat mencapai karier mereka dengan sukses. Disisi lain, mereka melupakan keluarga mereka ataupun suami mereka demi mengejar karier tersebut. Adapula hal dimana sekarang ini banyak pula suami, atau pria yang selalu di ‘steer’ oleh pihak wanita dikarenakan wanita merasa mereka lebih berkuasa (didalam materi maupun jabatan dalam pekerjaan khususnya) dibandingkan suaminya tersebut.

Memang dalam hal emansipasi, wanita boleh melakukan apapun yang mereka inginkan tetapi tidak diluar konteks dimana dalam kodratnya mereka juga harus mengurusi anak dan suaminya. Mereka harus tetap menghormati kaum pria, kecuali jikalau pria-pria atau suami mereka tersebut melakukan suatu tindak kekerasan (fisik maupun psikologis) terhadap wanita atau seorang pria melakukan penyelewengan terhadap mereka. Didalam konteks tersebut, barulah wanita harus melakukan suatu tindakan pembelaan terhadap dirinya, dan mengeluarkan segala keberanian bahwa mereka tidak boleh diremehkan oleh pria.

Oleh sebab itu emansipasi wanita harus tetap didalam batasan-batasan yang dapat dipertanggung jawabkan. Karena walaupun sudah memasuki era emansipasi, wanita harus tetap berkaca dengan kodrat mereka.

Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/04/26/ketika-emansipasi-wanita-mulai-berperan-126944.html

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s